Kamis, 31 Oktober 2013

Makalah Sistem Informasi Enterprise - UTS

MAKALAH SISTEM INFORMASI ENTERPRISE
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Enterprise
Disusun
Oleh:
Sarni 1210705131
Description: D:\images\wallpaper\logo-uin-sunan-gunung-djati-bandung _baru.jpg
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunianya dan kepada Rosulullah SAW yaitu penyampai pertama Al-qur’an, akhirnya telah dapat diselesaikan Makalah  Sistem Informasi Enterprise.

Dalam penyusunan Makalah Sistem Informasi Enterprise ini tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran  dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari rekan-rekan semua, sehingga kendala- kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kami mengucapakan terima kasih kepada Semua pihak yang telah membantu dan ikut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini.

Semoga hasil-hasil yang dituang dalam makalah ini ada manfaatnya bagi ilmu pengetahuan dan kehidupan kita sehari hari dalam ilmu teknologi yang sedang berkembang pada saat ini.





Bandung,    Oktober 2013

Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN1
1.      Latar Belakang1
2.      Perumusan Masalah1
BAB II PEMBAHASAN2
1.      Sistem Informasi Enterprise2
2.      Konsep Organisasi dan Manajemen di Perusahaan2
3.      Sistem dan Sistem Informasi di Perusahaan. 4
4.      Teknologi Informasi untuk Perkembangan Perusahaan5
5.      Keuntungan Perusahaan yang Menggunakan Sistem Informasi6
6.      Langkah-langkah untuk Memperoleh Kesuksesan dalam Perusahaan7
7.      Bagaimana Sistem Informasi Bisa Gagal dalam Perusahaan7
BAB III KESIMPULAN10
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang
Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.
Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen seperti orang, aktivitas, data, perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan oleh manajer

2.       Perumusan Masalah
Adapun permusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
·         Apa yang anda pahami dengan sistem informasi enterprise ?
·         Jelaskan konsep organisasi dan manajemen di perusahaan?
·         Apa yang dimaksud dengan sistem dan sistem informasi di perusahaan?
·         Kenapa teknologi informasi sangat diperlukan bagi perkembangan perusahaan?
·         Apa keuntungan perusahaan yang menggunakan sietem informasi ?
·         Langkah apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk kesuksesan perusahaan tersebut?
·         Bagaimana sistem informasi bisa gagal dalam suatu perusahaan?



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Sistem Informasi Enterprise
Enterprise adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem Informasi Enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin. Sistem informasi Enterprise adalah sistem Informasi yang detail dari sudut pandang  perusahaan dijadikan sebagai manajemen sumber daya perusahaan yang melayani kebutuhan informasi.
EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara logikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing masing divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara logikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.

2.      Konsep Organisasi dan Manajemen di Perusahaan
a.      Konsep Organisasi
Organisasi merupakan alat yang digunakan manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Keberhasilan organisasi merupakan gabungan antara kemahiran manajerial dan keterampilan teknis para pelaksana kegiatan operasional. Manajemen selalu berkaitan dengan kehidupan organisasi. Tujuan mempelajari organisasi pada umumnya untuk memperbaiki antar hubungan manusia, perilaku organisasi, berusaha menolong manusia dan organisasi agar dapat saling berhubungan secara lebih efektif.
Suatu organisasi memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
·         Manusia (Man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi
·         Kerjasama (Team Work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
·         Tujuan bersama (Goals Oriented) adalah arah atau sasaran yang dicapai, Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi.
·         Peralatan (Equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
·         Lingkungan (Environtment) adalah kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasikarena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya.

b.      Konsep Manajemen
Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen penerapannya bersifat situasional yaitu tergantung situasi dan kondisi serta kekhasan dari organisasi yang memakainya. Manajemen terdiri dari dari fungsi-fungsi berupa perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengkoordinasian pengarahan dan pengendalian adalah menyangkut kegiatan pembentukan struktur pengambilan keputusan dan interksi manusia.
Tugas-tugas dalam manajemen perusahaan dapat dikelompokkan secara luas menjadi empat.
·         Perencanaan : menetapkan ikhtisar operasi dan serangkaian kebijakan, program umum dan organisasi yang diperlukan.
·         Pelaksanaan & Pengendalian : rencana diimplementasikan dan sistem yang cocok diciptakan dan diterapkan untuk memeriksa prestasi terhadap rencana untuk mengendalikan dan memodifikasi operasi. Tujuannya adalah untuk mencapai prestasi yang memuaskan dan mencatat pengalaman dan informasi yang diperoleh, sebagai bahan untuk menyusun pedoman bagi perencanaan yang masa depan.
·         Motivasi : menyangkut usaha memperkeras dorongan kerja semua anggota organisasi dan menemukan cara-cara untuk meningkatkan prestasi individual.
·         Koordinasi : fungsi ini mengusahakan agar setiap bagian perusahaan bekerjasama menurut rencana dan menjamin bahwa seluruh tim tetap bekerjasama. Fungsi ini menyeimbangkan kebutuhan atau kepentingan departemen yang berbeda-beda dan bertentangan

3.       Sistem dan Sistem Informasi di Perusahaan.
a.      Sistem di Perusahaan
Sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan (L. James Havery). Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang duhubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi materi atau energy (wikipedia). Sistem di perusahaan adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

b.      Sistem Informasi di Perusahaan
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.  Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Sistem Informasi Perusahaan adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi. Sistem Informasi Perusahaan Disebut juga EntIS (Enterprise Information System). Tujuan dari EntIS adalah untuk Mengumpulkan dan menyebarkan data ke seluruh proses yang terdapat di sebuah organisasi, EntSI menyediakan data yang digunakan manajer untuk membuat sebuah keputusan dalam merencanakan dan mengendalikan proses bisnis.

4.      Teknologi Informasi untuk Perkembangan Perusahaan
Teknologi informasi memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakan. Kemajuan teknologi komunikasi diperlukan dalam perkembangan perusahaan karena dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain, semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan, bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan, informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
Teknologi informasi diyakini memberikan manfaat bagi pemakaian dalam hal ini perusahaan dan meluas ke segala aspek aktivitas termasuka ktivitas yang berhubungan dengan manajerial seperti proses perencanaan, pengendalian informasi dan bahkan memasukkan teknologi ke dalam isu-isu yang berhubungan dengan manajemen. Manfaat teknologi informasi ini dapat berupa manfaat kualitatif maupun manfaat kuantitatif. Manfaat kuantitatif terdiri dari pengurangan biaya operasi dan perbaikan produk dan jasa yang ditawarkan. Sedangkan manfaat kualitatif berupa: analisis data lebih cepat, penyajian laporan manajemen lebih baik, beberapa pekerjaan dapat dilakukan individu yang sama, penghematan waktu, akses data tepat waktu, data yang disajikan lebih akurat, dan perbaikan dalam pengambilan keputusan.

5.      Keuntungan Perusahaan yang Menggunakan Sistem Informasi
Sistem informasi diperlukan oleh perusahaan untuk mengolah data menjadi informasi, sehingga berbagai pihak yang membuat keputusan, dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan yang tepat. Keuntungan sistem informasi untuk mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan nilai bisnis dari organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, menyimpan data, memproses data, dan menghasilkan informasi. Sebuah sistem informasi melayani dua fungsi penting dalam sebuah organisasi. Pertama, sistem informasi mencerminkan dan mengamati aksi-aksi dalam sistem operasi, yaitu dengan memproses, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi operasional. Kedua, sistem informasi mendukung kegiatan-kegiatan manajerial, termasuk pembuatan keputusan-keputusan manajemen.
Keutungan sistem informasi bagi perusahaan diantaranya:
·         Tingkat kontrol yang diharapkan pembeli untuk menilai transfer teknologi harus menjadi pertimbangan.
·         Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
·         Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
·         Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
·         Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
·         Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
·         Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
·         Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

6.      Langkah-langkah untuk Memperoleh Kesuksesan dalam Perusahaan
Faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan yaitu sebgai berikut:
·         Prinsip-prinsip bisnis dasar dan sistem-sistem target/kontrol.
·         Organisasi yang berorientasikan strategi.
·         Pemanfaatan teknologi informasi sebagai pengambilan keputusan.
·         Pemakaian potensi pegawai dengan lebih baik.
·         Sebuah gaya kepemimpinan yang efisien.
·         Sistem-sistem informasi dan komunikasi yang market intelligent
·         Mempraktikkan orientasi pelanggan



7.      Bagaimana Sistem Informasi Bisa Gagal dalam Perusahaan
faktor-faktor yang menyebabkan suatu perusahaan gagal dalam menerapan sistem informasi ialah:
a.      Kurangnya tidaknya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen
Semua keputusan pada suatu perusahaan berada pada pihak manajemen, jika pihak manajemen memberikan dukungan penuh pada suatu proyek sistem informasi maka hal tersebut akan memberikan dampak positif pada pengguna dan staf pelayanan teknis informasi. Jika pihak manajeman kurang memberikan dukungan, maka dapat mengakibatkan penerapan sistem informasi perusahaan menjadi sia-sia, karena akan menyebabkan banyak hambatan dalam prosesnya. Hal ini pun akan dapat menyebabkan kegagalan dalam penerapan sistem informasi. Oleh karna itu dukungan penuh dari pihak manajemen sangat lah penting dalam menentukan keberhasilan sistem informasi dalam perusahaan

b.      Keterlibatan atau input dari end user 
Sikap positif dari pengguna terhadap sistem informasi akan sangat mendukung berhasil atau tidaknya penerapan sistem informasi. Sikap positif dalam bentuk dukungan dan kompetensi dari user, serta hubungan yang baik antara user dengan teknisi merupakan faktor sikap yang menguntungkan dan sangat penting bagi berhasilnya penerapan sistem informasi.
Melibatakan pengguna dalam desain dan operasi sistem informasi adalah salah satu alternatif yang tepat untuk mendukung keberhasilan sistem informasi pada perusahaan, hal tersebut dikarnakan penguna akan memiliki kempatan untuk dapat mendisain sistem tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Adanya kesenjangan komunikasi antara pengguna dan perancang sistem informasi terjadi karena pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung memiliki perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas

c.       Perencanaan Memadai
Perencanaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam berbagai aspek, oleh karna ini perencanaan yang memadai merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan berhasil atau tidaknya penerapan sistem informasi. Jika suatu pengembangan dan penerapan sistem informasi tidak didukung dengan perencanaan yang memadai, maka dapat menyebabkan tidak terpenuhinya  keinginan dan kepentingan berbagai pihak di perusahaan.

d.      Inkompetensi secara Teknologi
Kesuksesan pengembangan sistem informasi tidak hanya bergantung pada penggunaan alat atau teknologinya saja, tetapi juga manusia  sebagai perancang dan penggunanya. Sistem informasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna. Kompleksitas sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan menjadi hambatan jika tidak didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dalam tahapan implementasinya. Hal ini sering terjadi terutama pada perusahaan yang pengetahuan teknologi informasinya rendah.
Jika pengembangan sistem informasi diserahkan pada orang-orang yang kurang berkompeten dibidangnya maka akan berakibat fatal bagi perusahaan ketika sistem tersebut telah diterapkan.Pengembangan sistem informasi sebagai salah satu sarana pencapaian tujuan perusahaan, sehingga keduanya harus relevan, serta perlu disiapkan



BAB III
KESIMPULAN
1.      Sistem Informasi Enterprise merupakan sistem yang dibangun oleh organisasi untuk membantu dalam menyelesaikan proses bisnis yang ada pada yang dapat mendukung dari tujuan yang dilakukan oleh berbagai pihak yang ada pada organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang dicapai.
2.      Organisasi pada umumnya untuk memperbaiki antar hubungan manusia, perilaku organisasi, berusaha menolong manusia dan organisasi agar dapat saling berhubungan secara lebih efektif dan Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      Sitem Informasi Perusahaan adalah sitem yang berbasis computer untuk mendukung operasi dan manajemen di perusahaan.
4.      Teknologi informasi diyakini memberikan manfaat bagi pemakaian dalam hal ini perusahaan dan meluas ke segala aspek aktivitas termasuk aktivitas yang berhubungan dengan manajerial.
5.      Sistem informasi diperlukan oleh perusahaan untuk mengolah data menjadi informasi, sehingga berbagai pihak yang membuat keputusan, dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat keputusan yang tepat.
6.      Langkah-langkah untu memperoleh kesuksesan dalam perusahaan : Prinsip-prinsip bisnis dasar dan sistem-sistem target/control, organisasi yang berorientasikan strategi, Pemakaian potensi pegawai dengan lebih baik, sebuah gaya kepemimpinan yang efisien, sistem-sistem informasi dan komunikasi yang market intelligent, mempraktikkan orientasi pelanggan.
7.      Sistem informasi dikatakan gagal karena, Kurangnya dukungan manajemen eksekutif dan input dari end-user, pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubahin serta kompetensi secara teknologi.



DAFTAR PUSTAKA




Selasa, 30 November 2010

ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

Dalam study kelayakan bisnis aspek yang harus dipelajari selain aspek pasar dan aspek pemasran maka aspek teknik dan teknologi juga harus pelajari karena dalam hal ini dilakukan untuk meyakini apakah secara teknis dan pilihan teknologi, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik pada pembangunan proyek atau operasional secara rutin.
Aspek teknik dan teknologi meliputi :
1)      Penentuan strategi produksi dan perencanaan produk :
Dalam memproduksi barang ataupun jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen maka dilakukanlah penelitian, seperti penelitian pasar dan pemasaran, maka dari masukan penelitian pasar dan pemasaran berikutnya akan ditetapkan macam-macam produk yang menjadi alternatif untuk dibuat. Mengacu pada alternatif produk yang akan dibuat akan dikaji pula kaitannya dengan aspek-aspek yang lain seperti aspek keuangan. 
2)      Proses pemilihan teknologi untuk produksi :
Setelah beberapa alternatif produk telah tersaring maka selanjutnya akan dikaji produk mana yang akan menjadi prioritas untuk diproduksi. Untuk menetapkan produk-produk tersebut maka akan dilakukan dengan beberapa tahap seperti berikut:
v  Penentuan ide produk dan seleksi hal ini berkaitan dengan tidak hanya lewat penelitian pasar dan pemasaran ide produk ini tercipta tetapi ide ini bisa terciptakan karena ada aspek lain seperti atas perkembangan teknologi dan kebijakan internal perusahaan.
v  Pembuatan desain produk awal dalam membuat membuat desain awal sebuah produk maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah manfaat produk yang akan dibuat, fungsi yang hendaknya dimiliki barang agar menunjang manfaat-manfaatnya, desain, seni, dan estitika barang yakan diproduksi.
v  Pembuatan prototip dan pengujian, prototip adalah produk yang dibuat sebagi produk cobaan sebelum produk dibuat secara besar-besaran, dan pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah sudah dapat diimplementasikan atau belum.
v  Implementasi tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah produk yang sudah mulai diproduksi dan ditawarkan di pasar memiliki masa depan yang baik.
3)   Rencana kualitas
Kualitas produk merupakan hal penting bagi konsumen, kualitas produk baik yang berupa barang ataupun jasa perlu ditentukan berdasarkan dimensi-dimensinya yaitu:
Ø  Produk berupa barang menurut David Garvin yang dikutip Vincent Gaspersz menentukan dimensi kualitas barang dapat dilakukan melalui delapan dimensi seperti berikut:
v  Performance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.
v  Features, yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan penembangannya.
v  Reliability, hal yang berkaitan dengan probabilitas.
v  Conformance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan pada keinginan pelanggan.
v  Durability, yaitu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa aktif barang.
v  Serviceability,yaitu karkteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.
v  Aesthetics, merupakan karektiristik yang bersifat subyektif.
v  Fit and finish, suatu sifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan.
Ø  Produk jasa/servis Zeithaml et.al. mengemukakan lima dimensi dalam menentukan kulitas jasa yaitu:
v  Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.
v  Responsiveness, yaitu respons atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
v  Assurance, meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan terdap produk, kompetensi atau keterampilan yang dimiliki karyawan, kesopanan yaitu keramah-tamahan dan perhatian pada pelanggan, dan kredibilitas yaitu yang berhubungan dengan kepercayaan
v  Emphaty, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan meliputi akses, komunikasi dan pemahaman pada pelanggan.

v  Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office,tersedia tempat parkir,kebersihan dan kenyamanan.
4)       Pemilihan teknologi
Pada saat ini pilihan teknologi untuk berproduksi baik barang maupun jasa, telah dan sedang berkembang terus sesuqai dengan kemajuan zaman, dan akan lebih baik dengan berkembangnya teknologi menghasilkan efisiensi yang tinggi pada produksi. Dalam pemilihan teknologi biasanya produk dapat diproduksi oleh beberapa cara,sehingga membuat teknologi pun perlu ditentukan secara jelas.
5)    Rencana kapasitas produksi
Kapasitas di didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, akpasitas dapat dilihat dari sisi masukan (input) atau keluaran (output). Rencana kapasitas produksi dalam rangka aspek teknis dan teknologi ini tergantung beberapa pilihan sistem, antara lain :
v  Skala ekonomi, dengan faktor ini kapasitas yqang dipilih adalah memiliki biaya perunit yang paling randah.
v  Focused facilities, yaitu sistem yang mempertahankan volume peroduksi yang tinggi diganti dengan penyediaan produk yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan.
6)        Perencanaan letak pabrik
Ø  Bagi perusahaan manufaktur, letak pabrik sebagai tempat proses produksi perlu dianalisis secara seksama karena sangat berpengaruh terhadap banyak aspek, seperti biaya. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan, antara lain :
v              Letak konsumen potensial
v              Letak bahan baku utama
v              Sumber tenaga kerja
v              Sumber daya seperti air, kondisi udara, tenaga listrik disekitar pabrik
v              Fasilitas transportasi yang memadai
v              Fasilitas untuk pabrik seperti onderdil
v              Lingkungan masyarakat sekitar
v              Peraturan pemerintah seperti kawasan berikat dan AMDAL
Ø  Bagi perusahaan jasa dapat dibagi dua macam:
v  Pelanggan datang ke lokasi fasilitas jasa
v  Penyedia jasa mendatangi konsumen

7)            Perencanaan tataletak (layout)
Bagi industri manufaktur,bagi perusahaan manufaktur paling tidak ada tiga jenis tempat yang perlu diatur layout-nya yaitu pabrik, kantor, dan gudang.
Ø  Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun layout untuk pabrik, yaitu:
v    Sifat produk yang dibuat
v    Jenis proses produksi
v    Jenis barang serta volume produksi yang dihasilkan
v    Jumlah modal yang tersedia untuk proses produksinya
v    Keluwesan atau fleksibilitas letak fasilitas-fasilitas
v    Aliran barang dalam proses produksi 
v  Penggunaan ruangan hendaknya selain untuk efektif bekerja juga harus diperhatikan untuk kesehatan dan kenyamanan.
v    Letak mesin-mesin dan fasilitas lain
Ø  Tataletak kantor hendaknya disesuaikan dengan besar kecilnya investasi
Ø  Tataletak gudang sama halnya dengan tataletak kantor harus disesuaikan dengan besar Kecilnya investasi
Bagi industri jasa, tataletak fasilitas jasa yang tersedia akan berpengaruh pada persepsi pelanggan atas kualitas suatu jasa. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam tataletak fasilitas jasa meliputi:
v  Pertimbangan spasial yaitu yang meliputi aspek-aspek seperti simetri, proporsi, tekstur, warna, dan lain-lain.
v                  Perencanaan ruangan unsur ini mencakup perancangan interior dan arsitektur.
v                  Perlengkapan/perabotan  yaitu unsur yang menunjukkan status pemilik.
v                  Tata cahaya berfungsi untuk penerang ruangan.
v                  Warna dapat mempengaruhi atau mempergerakkan perasaan dan emosi orang.
v                  Pesan-pesan yang disampaikan secara grafis.
Desain fasilitas jasa , dalam industri jasa desain dan tata letak fasilitas jasa sangat erat hubungannya dengan pembentukkan persepsi pelanggan, dan ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap dalam desain fasilitas jasa seperti:
v  Sifat dan tujuan perusahaan
v  Ketersediaan tanah dan kebutuhan akan ruang atau tempat dimana jasa akan ditawarkan
v  Fleksibilitas desain
v  Faktor estetis
v  Masyarakat dan lingkungan sekitar
v  Biaya konstruksi dan operasi serta sumber daya lainnya
8)      Perencanaan jumlah produksi
Aktivitas produksi hendaknya direncanakan dengan baik agar jumlah produksi yang dihasilkan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, ada beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya :
v  Permintaan
v  Kapasitas pabrik
v  Suplai bahan baku
v  Modal kerja
v  Peraturan pemerintah dan ketentuan teknis lainnya
Ada beberapa metode untuk merencanakan jumlah produksi diantaranya:
v  Metode break event point
v  Metode marginal cost dan marginal revenue
v  Metode linier programming
9)             Manajemen persediaan
Persediaan barang biasanya digunakan untuk mengantisipasipermintaan konsumen yang meningkat secara tajam, atau untuk mensuplai kekurangan bahan baku. Hal-hal yang perlu dikaji dalam rangka study kelayakan antara lain adalah sebagai berikut :
v       Penetuan jumlah order
v       Safety stock
v       Inventory system
v       Materials requirment planning
10)      Pengawasan kualitas produk
Untuk memahami kualitas, dapat digunakan trilogi manajerial yang meliputi perencanaan, perbaikan, dan pengendalian.
Ø  Perencanaan kualitas terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
v       Menentukkan siapa konsumennya
v       Menentukkan apa kebutuhan konsumen
v  Mengembangkan produk dan kualitasnya
v       Mengembangkan proses

Ø            Pengendalian kualitas terdiri dari langkah-langkah sebagi berikut :
v                  Evaluasi performansi aktual
v                  Membandingkan performansi aktual dengan sasaran yang direncanakan
v                  Mengambil tindakan terhadap penyimpangan
Ø  Perbaikan kualitas yaitu bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik daripada sebelumnya.